Pak guru : Udin !! Hobi kamu apa?
Udin : bersih2 Pak!
Pak guru : Pintar! Bersih2 rumah
ya?
Udin : bkn
Pak guru : bersih2 pakaian?
Udin : bkn juga pak
Pak guru : trus?
Udin : bersih2 Hidung Pak! (ngupil)
Guru : *NUAJESS*
| kan
ada tiga sekawan yaitu kodok,kecoa,dan ulatkaki seribu. terus si kodok
membuat pesta dan mengundangdua kawannya tersebut sewaktu peesta
berlangsung si kodok pun berkata kodok =eh lupabeli rokok mulutdah asem nih, ulat pergi beliin rokok dong kecoa lu juga mau kan merokok kecoa = so pastilah iya sana ulat beliin gue juga rokok kaki lu kan ada seribu pasti cepet nyampenya ulat kaki seribu = kok gue sih kenapa kau saja kodok kodok = kan gue yang buat pesta karena kalu kamu cepet kan ulat kaki seribu =ok deh gue pergi dan si ulat pun pergi. si kecoa dan kodok pun menunggu setelah tunggu satu jam ulat belum muncul, 2jam kemudian nggak muncul-muncul. kecoa = mana sih ulat gak muncul-muncul asem nih bibir kodok = iye nih kta susul saja yuk kecoa = oke deh kata kecoak saat mereka pun pergi keluar dan terkejut karena melihat kaki seribu ada di luar kodok = ulat kok kamu belum pergi ulat kaki seribu = lo gak lihat gue masih pasang sepatu |
| Suatu ketika, ada sebuah sungaiyang lebar. Di satu sisi sungai tinggal kelinci, dan di sisi lainnya hidup seekor beruang. Suatu hari, beruang itu duduk di atas tunggul, menikmati makan buah. Lalu ia mendengar ada yang berteriak padanya, yaitu kelinci. "Hei! Hei, Teddy, menyeberanglah ke sini. Aku punya sesuatu yang mau kutunjukkan padamu!" "Jangan sekarang! Aku sedang makan." "Oh, ayolah!" kata kelinci. "Ini benar-benar penting." "Tidak mungkin." "Ayolah. Ini mendesak." Jadi beruang memutuskan untuk pergi menyeberangi sungai yang lebar itu. Dia memerlukan waktu berjam-jam untuk bisa menyeberangi sungai itu. Dia hampir tenggelam. Dan ketika ia akhirnya sampai di seberang dia mengerang dan terengah-engah, dan berbicara kepada kelinci, "Nah, kelinci," dia terengah. "Apa yang ingin kamu beritahukan kepadaku?" "Hei, Teddy," kelinci itu berkata, "lihatlah betapa banyaknya buah yang di seberang sungai." |
|
| Di sebuah sungai yang airnya jernih, banyak orang mandi; laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Seorang lelaki gendut mandi dekat wanita gembrot. Melihat perut si lelaki, sang wanita gembrot bertanya, "Pak, perut Anda gendut gitu isinya apa, sih?" Si bapak-bapak itu tidak tersinggung malah tersungging. Dengan cengengesan ia menjawab, "Radio." Kontan saja si perempuan heran, "Kok, bisa?" Apa jawab si lelaki gendut? Sambil menunjuk kemaluannya ia menjawab, "Ini antenanya." Gantian sekarang lelaki gendut itu bertanya, "Bu, perut Anda buncit begitu apa sih isinya?" Dengan enteng si wanita itu menjawab,"Telepon umum." "Kok bisa begitu?" Si lelaki gendut heran. Dengan cengengesan si wanita berkata--sambil menunjuk lubang kemaluannya, "Nih, lubang koinnya." |
| Seorang pasien bernama Ferry di sebuah Rumah Sakit Jiwa melapor kepada Dokter yang merawatnya. " Selamat pagi, Dok, hari ini saya menjadi Komandan, " kata Ferry. " Baiklah, saya akan menjadi anak buahmu, " kata Dokter. Keesokan harinya, Ferry melapor lagi. " Selamat pagi, Dok. Hari ini saya seorang Guru, " kata Ferry bersemangat. " Kalau begitu, biarlah saya menjadi muridmu, " kata Dokter dengan tersenyum. Dan pada hari Jum'at, lagi-lagi Ferry itu mwlapor. " Selamat pagi, Dok. Hari ini saya seorang Psikolog, " ksta Ferry. Dokter itu terdiam saja tidak bisa menjawab apa-apa. |
|